Rabu, 13 Juni 2012

hubungan biaya produksi dengan harga jual


HUBUNGAN BIAYA PRODUKSI
DENGAN HARGA JUAL PRODUK
(Kasus Pada PD Balong Indah Mebel)
Disusun Untuk Memenuhi Salah Satu Tugas Mata Kuliah Akuntansi Biaya

Disusun oleh
Ano Suharno               2010021019
Lutfi Rohmawati        2010021131
Kelas 2C


PENDIDIKAN EKONOMI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS KUNINGAN
2012


BAB I
PENDAHULUAN
1.1     Latar Belakang
Setiap perusahaan pada umumnya bertujuan untuk memperoleh laba yang semaksimal mungkin . Hal tersebut tidaklah mengherankan karena dengan laba yang diperolahnya itu dapat mempertahankan hidupnya dan memperluas usahanya. Sehingga bagi seorang pimpinan akan terus berusaha untuk meningkatkan laba yang diperolehnya. Hal ini dikarenakan jumlah laba yang di dapat oleh suatu perusahaan dapat dijadikan sebagai sebuah acuan maupun ukuran kemajuan sebuah perusahaan. Selain itu laba yang diperoleh dapat juga dijadikan sebagai suatu gambaran keberhasilan seorang pimpinan didalam memanajemen perusahaannya. Laba dapat diperoleh apabila suatu perusahaan mampu bersaing dengan perusahaan sejenis. Persaingan tersebut selain dari mutu yang dihasilkan, juga persaingan dalam hal menentukan harga jual. Karena konsumen biasanya akan mencari produk dengan harga yang wajar dengan kualitas yang memuaskan.
Untuk memperoleh laba, suatu perusahaan dapat melakukan dua cara. Cara pertama dengan menaikan harga jual. Tindakan ini memang dapat meningkatkan laba,akan tetapi dalam kondisi persaingan yang semakin ketat ini,perusahaan tidak mudah untuk menaikan harga jual karena dapat menyebabkan konsumen lari ke produk pesaing yang memiliki harga yang lebih murah dengan kualitas produk yang sama. Cara kedua adalah dengan menekan biaya produksi secara efisien dan mengendalikan komponen biaya-biayanya sehingga biaya produksi yang dikeluarkan dapat ditekan seminimal mungkin. Biaya produksi yang tidak terkendali akan menyebabkan harga pokok terlalu tinggi, yang selanjutnya akan menurunkan daya saing produk dan akhirnya dapat menurunkan laba. Maka dari itu biaya produksi harus dicatat dengan baik dan dihitung dengan benar sehingga dapat menghasilkan harga pokok produk yang tepat. Dengan demikian perusahaan dapat menetapkan harga jual yang kompetitif,yang dapat mengoptimalkan laba sekaligus memenuhi tuntutan konsumen.
Agar harga jual dapat ditetapkan dengan memadai, dalam arti harga jual tersebut minimal dapat menutupi biaya yang dikeluarkan, harga jual dapat bersaing dengan perusahaan sejenis, dan harga jual mengandung laba yang dapat diharapkan perusahaan, maka satu cara yang digunakan adalah dengan menghitung terlebih dahulu harga pokok produksi.
Tanpa adanya perhitungan harga pokok produksi yang tepat dan benar, maka perusahaan yang bersangkutan tidak akan mengetahui dengan pasti keuntungan yang diperolehnya atau mungkin juga kerugian yang dideritanya.untuk itu perusahaan merasa perlu untuk menggunakan sistem akuntansi biaya. Melalui sistem akuntansi biaya ini perusahaan akan memperoleh informasi–informasi biaya yang dibutuhkan untuk setiap produk pesanan dalam rangka menghitung biaya-biaya produksi yang diperkirakan terjadi.Walaupun informasi biaya bukanlah satu-satunya informasi yang dibutuhkan manajemen, akan tetapi paling tidak informasi biaya dapat mencerminkan unsur-unsur biaya secara rinci dari produk yang dihasilkan, karena pastinya biaya produksi akan sangat mempengaruhi harga jual suatu produk.

1.2     Perumusan Masalah
Karangan ilmiah ini akan menyajikan dan membahas secara sederhana mengenai akuntansi biaya dan beberapa hal yang tentunya berhubungan dengannya. Selain itu secara lebih khusus dan spesifik karangan ilmiah ini akan menyajikan data mengenai biaya – biaya produksi melalui “hubungan antara biaya produksi dengan harga jual suatu produk”. Adapun data yang disajikan merupakan suatu data hasil survey langsung pada pelaku usaha yaitu perusahaan mebel PD Balong Indah.

1.3     Tujuan Penelitian
Penelitian yang kami laksanakan ini bertujuan untuk:
a.       Mempelajari dan menyajikan atau mengimplementasikan akuntansi biaya secara sederhana, terutama dalam hal hubungan biaya produksi dengan harga jual suatu produk.
b.      Sebagai langkah awal dan pembelajaran dalam penyusunan sebuah karangan ilmiah
c.       Untuk memenuhi tugas mata kuliah Akuntansi Biaya














BAB II
TINJAUAN PUSTAKA
2.1     Pengertian Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya adalah proses pencatatan, penggolongan, peringkasan dan penyajian biaya pembuatan dan penjualan produk atau jasa, dengan cara – cara tertentu serta penafsiran terhadapnya.
2.2     Pengertian Biaya
Menurut Hansen dan Mowen (2004;40), biaya didefinisikan sebagai “kas atau nilai kuivalen kas yang dikorbankan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan memberikan manfaat saat ini atau di masa yang akan dating bagi organisasi.” Sedangkan menurut Supriyono (2000;185), biaya adalah pengorbanan ekonomis yang dibuat untuk memperoleh barang dan jasa.
Pengertian biaya menurut Harmanto dan Zulkifli (2003 ;14) adalah sesuatu yang berkonotasi sebagai pengurang yang harus dikorbankan untuk memperoleh tujuan akhir yaitu mendatangkan laba.
Jadi, menurut beberapa pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa biaya merupakan kas atau nilai ekuivalen  kas yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk mendapatkan barang atau jasa yang diharapkan guna untuk memberikan suatu manfaat yaitu peningkatan laba di masa mendatang.
2.3     Pengertian biaya Produksi
Biaya produksi adalah biaya – biaya yang terjadi untuk mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Menurut objek pengeluarannya, secara garis besar biaya produksi dibagi menjadi biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, dan biaya overhead pabrik (factory overhead cost).
2.4     Pengertian Biaya Bahan Baku
Bahan baku (Raw Material) adalah bahan yang digunakan dalam membuat produk dimana bahan tersebut secara menyeluruh tampak pada produk jadinya (atau merupakan bagian terbesar dari bentuk barang). Sedangkan biaya bahan baku (raw material cost) adalah seluruh biaya untuk memperoleh sampai dengan bahan siap untuk digunakan yang meliputi harga bahan, ongkos angkut, penyimpanan dan lain – lain.
2.5     Pengertian Biaya Tenaga Kerja
Biaya tenaga kerja ( direct labor cost ) adalah semua balas jasa yang diberikan oleh perusahaan kepada semua karyawan, elemen biaya tenaga kerja yang merupakan niaya produksi adalah biaya tenaga kerja untuk karyawan pabrik.
2.6     Pengertian Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik adalah biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Contohnhya adalah mandor, biaya bahan baku pembantu, biaya sewa pabrik, biaya air dan listrik pabrik, pemeliharaan mesin dan lain – lain.
Biaya overhead pabrik dapt digolongkan dengan 3 cara penggolongan yaitu;  penggolongan biaya overhead pabrik menurut sifatnya, penggolongan biaya overhead pabrik menurut perilakunya dalam hubungannya dengan perubahan volume kegiatan, penggolongan biaya overhead pabrik menurut hubungannya dengan departemen.
2.7     Metode Pengumpulan Biaya Produksi
Metode pengumpulan biaya produksi tergantung  dari sifat pengolahan produk, pengolahan produk dibedakan menjadi 2 golongan, yaitu: prngolahan produk berdasarkan pesanan dan pengolahan produk yang merupakan produksi massa.
Oleh karena itu metode pengumpulan biaya produksi dibedakan menjadi 2 yaitu:
a         Metode harga pokok pesanan ( job order cost method )
b        Metode harga pokok proses ( process cost method )

2.7.1.       Harga Pokok Pesanan
Harga pokok pesanan adalah cara perhitungan harga poko produksi untuk produk yang dibuat berdasarkan pesanan. Apabila suatu pesanan diterima segera dikeluatkan perintah untuk membuat produk sesuai dengan spesifikasi masing – masing pesanan.
Ciri khusus harga pokok pesanan yaitu:
a.       Tujuan produksi perusahaan adalah untuk melayani pesanan pembeli yang bentuknya ter gantung pada spesifikasi pesanan, sehingga sifat produksinya terputus – putus dan setiap pesanan dapat dipisahkan identitasnya secaa jelas.
b.      Biaya produksi dikumpulkan  untuk setiap pesanan dengan harga pokok pesanan dengan relative teliti dan adil. Dihubungkan dengan system akuntansi yang digunakan untuk membebankan harga pokok kepada produk.
Metode harga pokok pesanan hanya dapat menggunakan:
1.      System haraga pokok historis untuk biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung, untuk ketelitian dan keadilan pembebanan biaya overhead pabrik harus digunakan tariff biaya yang ditentukan dimuka.
2.      Dalam metode harga pokok  pesanan dapat pula digunakan system harga pokok yang ditentukan dimuka untuk seluruh elemen biaya produksi.
c.       Biaya produksi dibagi menjadi 2 jenis yaitu:
1.      Biaya langsung meliputi biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja langsung. Biaya langsung diperhitungkan terhadap masing – masing pesanan berdasarkan biaya yang sebenarnya.
2.      Biaya tidak langsung meliputi biaya produksi diluar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja tidak langsung. Biaya tidak langsung dibebankan ketiap – tiap pesanan berdasarkan tariff yang ditentukan dimuka (predetermined Rate).
d.      Harga pokok pesanan untuk tiap pesanan dihitung pada waktu pesanan yang bersangkutan selesai diproduksi.
e.       Harga pokok satuan ditetapkan dengan cara membagi total biaya suatu pesanan dengan jumlah satuan produk pesanan yang bersangkutan.
f.       Untuk mengumpulkan biaya produksi masing – masing pesanan, dipakai kartu harga pokok pesanan. Kartu harga pokok pesanan adalah cara perhitungan harga pokok produksi untuk produk yang dibuat berdasarkan pesanan.

Karakteristik perusahaan yang produksinya berdasarkan pesanan:
1.      Proses pengolahan produk terjadi secara terputus – putus. Jika pesanan yang satu selesai dikerjakan proses produksi mulai dihentikan dan mulai dengan pesanan berikutnya.
2.      Produk dihasilkan sesuai dengan spesifikasinya yang ditentukan oleh pemesan yang satu dapat berbeda dengan yang lainnya.
3.      Produksi ditujukan untuk memenuhi pesanan, bukan untuk memenuhi persdiaan di gudang.

2.7.2.       Harga Pokok Proses
Harga pokok proses dapat diartikan sebagai pegumpulan biaya produksi yang digunakan oleh perusahaan yang mengolah produknya secara massa. Dalam metode harga pokok proses ini, biaya produksi dikumpulkan untuk setiap proses selama jangka waktu tertentu, dan biaya produksi per satuan dihitung dengan cara membagi total biaya produksi  dalam periode tertentu dengan jumlah satuan  produk yang dihasilkan dari proses tersebut selama jangka waktu yang bersangkutan.
 Adapun karakteristik usaha perusahaan yang berproduksi secara massa yaitu:
a.       Produk yang dihasilkan merupakan produk standar.
b.      Produk yang dihasilkan dari bulan ke bulan adalah sama.
c.       Kegiatan produksi dimulai dengan diterbitkannya perintah produksi yang berisi rencana produksi produk standar untuk jangka waktu tertentu.
Sedangkan karakteristik metode harga pokok proses sendiri yaitu:
a         Pengumpulan biaya produksi per departemen produksinya per periode akuntansi.
b        Perhitungan Hpp per satuan dengan cara membagi total biaya produksi yang dikeluarkan selama periode tertentu dengan jumlah satuan produk yang dihasikan selama periode yang bersangkutan.
c         Penggolongan biaya produksi langsung dan tak langsung tidak diperlukan.
d        Elemen yang digolongkan dalam BOP terdiri dari biaya produksi selain biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Dimana BOP dibebankan berdasarkan biaya yang sesungguhnya terjadi.

2.8  Harga Jual
Pengertian harga jual menurut Mulyadi:
“Harga Jual suatu produk terbentuk dipasar sebagai interaksi antara jumlah permintaan dan penawaran dipasar”.
             Menurut Garisson /Norren harga jual dapat diartikan sebagai berikut:
Harga penjualan adalah biaya produksi ditambahkan kepersentase mark up atau laba”
Berdasarkan pengertian diatas bahwa harga penjualan suatu produk sangat dipengaruhi oleh biaya produksi. Seperti yang kita ketahui bahwa biaya produksi merupakan faktor yang sangat menentukan tinggi atau rendahnya harga produk yang akan dihasil kan atau ditawarkan kepada konsumen.
Jika salah satu biaya produksi seperti biaya bahan baku melambung tinggi maka perusahaan harus mengambil keputusan yaitu tetap memproduksi produk dengan jumlah unit produk yang sama tetapi dengan menaikan harga jual dari produk tersebut, kedua menurunkan jumlah unit produk yang diproduksi dengan tidak merubah harga jual produk.
Dengan adanya perubahan atau peningkatan biaya produksi maka akan lebih relevan bila hal tersebut dikaitkan dengan pencapaian tujuan perusahaan dalam memperoleh pendapatan, serta pengaruhnya terhadap harga dan volume penjualan produk pada perusahaan tersebut.
Satu hal yang juga perlu mendapat perhatiaan penting dari perusahaan adalah bahwa peningkatan biaya itu bisa disebabkan oleh faktor – faktor tertentu, baik itu faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal yaitu keadaan dari dalam lingkungan perusahaan selama melakukan proses produksi sampai menghasilkan suatu produk jadi, seperti apakah perusahaan dapat menyelesaikan produknya dalam jangka waktu yang telah direncanakan dan ditetapkan atau tidak. Karena kalo tidak hal tersebut dapat menambah biaya produksi bagi perusahaan sehingga akan dapat mempengaruhi harga jual yang telah ditentukan sebelumnya. Sedangkan faktor eksternal merupakan faktor diluar lingkungan perusahaan.









BAB III
OBJEK PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
3.1     Objek Penelitian
Penelitian yang kami lakukan pada hari jum’at tepatnya tanggal 18 Mei 2012 melibatkan perusahaan meubel yang berada di daerah Cimindi. Dimana perusahaan meubel tersebut diberi nama PD Balong Indah , yang dikelola oleh Bapak Hamim.
3.2     Sejarah Singkat PD Balong Indah
Pada awalnya usaha meubel ini berdiri pada tahun 1994 yang bertempat di daerah Luragung, dengan modal awal sebesar Rp.1.600.000,00 dan dibantu dengan 3 orang tenaga kerja.
Awal tahun 1998 usaha meubel ini kemudian beralih tempat dari Luragung ke kadugede dengan bermodal kan sebesar Rp 7.000.000,00 dan mempekerjakan sekitar 7 orang tenaga kerja.
Setelah itu pada awal tahun 2008 usaha meubel yang dirintis oleh Bapak Hamim ini kemudian beralih tempat lagi dari Kadugede ke Cibinong dengan tujuan untuk memperbaiki usaha yang ia jalankan. Usaha yang berada di cibinong  berjalan sampai sekarang dengan nama PD Balong Indah yang bergerak dalam usaha meubel. Untuk mengawali usaha PD Balong Indah ini, modal awal yang dikucuekan oleh pemilik yaitu sebesar Rp. 17.000.000,00 dan memperkerjakan 4 0rang tenaga kerja.
3.3     Struktur Organisasi
Sangat sederhana untuk menggambarkan struktur organisasi yang ada di PD Balong Indah tersebut. Untuk mengelola dan mengawasi usaha meubel tersebut, pemilik yaitu Bapak Hamim terjun langsung dalam mengelola usaha yang ia bangun, selain itu pemilik usaha meubel tersebut kerap kali terjun langsung dalam mengelola pesanan dalam artian selain menjadi pemilik dan pengelola Bapak Hamim juga merangkap menjadi seorang tenaga kerja.
3.4     Pembahasan
3.4.1         Bahan dan Alat Produksi
a.       Bahan
Dalam penelitian ini kami akan lebih memfokuskan pada pembuatan pesanan kursi makan pada bulan Mei 2012, dimana dalam bulan Mei 2012 perusahaan PD Balong Indah mendapatkan pesanan kursi makan sebanyak 4 set. Secara umum bahan – bahan yang dibutuh kan untuk pembuatan kursi bukan hal yang asing, mungkin sebagian orang juga mengetahuinya. Dimana bahan utama untuk membuat kursi tentunya dibutuhkan kayu. Secara terperinci bahan yang dibutuhkan dalam pembuatan kursi makan yaitu:
Bahan pmbuatan kursi makan
No
Keterangan
1.       
Kayu
2.       
Lem
3.       
Paku
4.       
Plitur
5.       
Sirlak
6.       
Spritus
7.       
Sinderlak
8.       
Hampelas

b.      Alat
Alat yang digunakan dalam pembuatan kursi makan pada PD Balong Indah ini dapat dilihat pada table dibawah ini.
Alat Produksi
No
Keterangan
1.       
Serut mesin
2.       
Bor
3.       
Gergaji (pemotong + pembelah)
4.       
Meteran
5.       
Siku
6.       
Pinsil
7.       
Mesin hampelas
8.       
Kompresor
9.       
Spet
10.   
Palu
11.   
Koas

3.4.2         Siklus Produksi
Dalam siklus produksi usaha meubel PD Balong Indah, kami mengasumsikan bahwa berdasarkan penelitian kami siklus penjualan di PD Balong Indah tersebut siklus produksinya berdasarkan jumlah pesanan yang masuk ke PD Balong Indah. Dimana siklus ini dimulai dari pemilik menerima pesanan dari konsumen, kemudian pemilik berbelanja bahan untuk keperluan pesanan, proses pembuatan dan proses pengiriman barang pada konsumen.
3.4.3         Biaya Produksi PD Balong Indah
Berdasarkan informasi yang telah kami peroleh di perusahaan, maka yang menjadi biaya produksi di PD Balong Indah terbagi menjadi tiga, yaitu: biaya bahan baku, biaya tenaga kerja, serta biaya overhead pabrik.
a.       Biaya Bahan Baku
Bahan baku yang digunakan PD Balong Indah untuk memperlancar usahanya dalam menghasilkan kursi makan yaitu dapat dilihat pada tabel dibawah ini:



Biaya Bahan – Bahan
No
Keterangan
Banyak
Harga
Total Harga
1.       
Kayu
1 Kubik
Rp 2.500.000
Rp 2.500.000
2.       
Lem
1 Bungkus
Rp      12.000
Rp      12.000
3.       
Paku
¾ Kg
Rp      10.000
Rp      10.000
4.       
Plitur

Rp      55.000
Rp      55.000
5.       
Sirlak
¼ kg
Rp 160.000/ kg
Rp      15.000
6.       
Spritus
5 Liter
Rp       7.500
Rp      37.500
7.       
Sinderlak
½ Bungkus
Rp     15.000
Rp        7.500
8.       
Hampelas
1 m
Rp      6.000
Rp        6.000
Jumlah
Rp 2.643.000

Biaya Peralatan
No
Keterangan
Banyak
Harga
Total
1.   
Serut mesin
4
Rp    300.000
Rp 1.200.000
2.   
Bor
4
Rp    200.000
Rp    800.000
3.   
Gergaji (pemotong + pembelah)
1
Rp    300.000
Rp    300.000
4.   
Meteran
4
Rp      12.000
Rp      48.000
5.   
Siku
4
Rp      20.000
Rp      80.000
6.   
Pinsil
4
Rp        1.500
Rp        6.000
7.   
Mesin hampelas
4
Rp      45.000
Rp    180.000
8.   
Kompresor
1
Rp 2.250.000
Rp 2.250.000
9.   
Spet
1
Rp    350.000
Rp    350.000
10.   
Palu
4
Rp        5.000
Rp      20.000
11.   
Koas
1
Rp        7.000
Rp        7.000
Jumlah
Rp 5.241.000

3.4.4         Biaya Tenaga Kerja
            Pemberian gaji karyawan pada PD Balong Indah ditentukan serta dilakukan secara bulanan. Dimana jumlah karyawan di PD Balong Indah dalam proses produksi dan finishing tenaga kerjanya berjumlah 4 orang.
Adapun ketentuan mengenai biaya tenaga kerja pada PD Balong Indah yaitu gaji pokok setiap tenaga kerja sebesar Rp.45.000,00 per hari. Sehingga dapat dihitung biaya tenaga kerjanya pada PD Balong Indah untuk bulan Mei 2012 yaitu sebagai berikut:
·         Biaya tenaga kerja langsung dengan jumlah tenaga kerja 4 orang.
·         Gaji pokok @ Rp.45.000,00 (30 hari)
·         Rp 45.000,00 x 30 hari = Rp 1.350.000 / Orang
·         Rp. 1.350.000 x 4 orang = Rp 5.400.000

3.4.5         Biaya Overhead Pabrik
Biaya overhead pabrik yang terdapat pada PD Balong Indah dapat dilihat pada tabel berikut ini:
No
Keterangan
Per bulan
1.       
Tempat
Rp   208.000
2.       
Listrik
Rp   125.000
3.       
Telepon
Rp   200.000
4.       
Transportasi (BBM)
Rp   500.000
Jumlah
Rp 1.033.000

3.4.6         Perhitungan HPP Total
Sebagaimana asumsi perhitungan pada perusahaan ini adalah berdasarkan pesanan, sehingga HPP total yang dimaksud dalam penelitian ini adalah HPP per bulan (Hpp untuk pesanan bulan Mei 2012, peasanan kursi makan adalah sebanyak 4 set).

No
Keterangan
Per pesanan
1
Biaya Bahan Baku
Rp 2.643.000
2
Biaya Tenaga Kerja
Rp 5.400.000
3
BOP


Tempat
Rp    208.000

Listrik
Rp    125.000

Telepon
Rp    200.000

Transportasi (BBM)
Rp    500.000
Total
Rp 9.076.000

Dari tabel diatas dapat diketahui bahwa diketahui HPP total pada PD. Balong Indah adalah sebesar Rp. 9.076.000

3.4.7         Perhitungan Per Satuan
HPP per satuan yang penyusun maksudkan disini adalah HPP untuk menghasilkan satu set kursi makan, sehingga perhitungan HPP per satuan untuk PD. Balong Indah adalah HPP total per bulan di bagi jumlah pesanan. Perhitungan dapat dirumuskan sebagai berikut:
HPP Per satuan = HPP Total per bulan
Jumlah pesanan
 





Sementara data yang kami dapatkan pada bulan Mei 2012, PD. Balong Indah mendapatkan 4 set kursi makan, maka Hpp per satuannya yaitu:
Hpp per satuan = Rp 9.076.000
                                      4
                         = 2.269.000
Dari perhitungan di atas dapat diketahui bahwa Hpp persatuan (1 set kursi makan) adalah sebesar Rp. 2.269.000

3.4.8         Harga Jual
Mengenai harga jual PD Balong Indah menetapkan harga jual 1 set Kursi makan sebesar Rp. 2.500.000. Dimana harga jual tersebut diperoleh dari perhitungan biaya produksi yang dikeluarkan ditambahkan dengan keuntungan yang di inginkan oleh pihak perusahaan. Adapun biaya produksi yang dikeluarkan oleh perusahaan untuk membuat 1 set kursi makan adalah sebesar Rp. 2.269.000, sedangkan keuntungan yang di inginkan dari pihak perusahaan yaitu sebesar 10% dari biaya produksi.
Perhitungan harga jual adalah sebagai berikut:
Harga Jual = Biaya Produksi + keuntungan
                              = 2.269.000 x 110%
                              =  2495900
  = (dibulatkan menjadi Rp 2.500.000)

Jadi dengan begitu Harga jual 1 set Kursi makan yaitu sebesar Rp 2.500.000, dengan keuntungan sebesar 10% dari biaya produksi.
Maka sudah jelas bahwa terdapat hubungan antar biaya produksi dengan harga jual suatu produk, dimana biaya produksi dapat mempengaruhi harga jual suatu produk, hal ini dikarenakan bahwasannya biaya produksi merupakan suatu faktor yang sangat menentukan tinggi atau rendahnya harga produk yang akan dihasilkan atau ditawarkan kepada konsumen. Apabila biaya produksinya meningkat maka perusahaan itu dapat membuat suatu keputusan apakah harga jualnya akan di naikan atau dengan mencari keputusan yang lain.



BAB IV
KESIMPULAN

Setelah melakukan penelitian dan perhitungan pada PD. Balong Indah dapat diketahui bahwa HPP total pada bulan Mei 2012 adalah sebesar Rp.9.076.000  dan HPP per satuan atau HPP per setnya adalah 2.269.000. Dimana PD Balong Indah menjual 1 set kursi makan dengan harga Rp 2.500.000 dengan  keuntungan yang diambil adalah  sebesar 10% dari biaya produksi.
Jadi, dengan begitu dapat diketahui bahwasannya harga penjualan suatu produk akan sangat dipengaruhi oleh biaya produksi. Yang artinya bahwa terdapat hubungan antara biaya produksi dengan harga jual produk, yaitu biaya produksi merupakan faktor yang sangat menentukan tinggi atau rendahnya harga produk yang akan dihasilkan.
Begitu juga hal ini terjadi pada PD. Balong Indah, setelah penyusun melakukan penelitian dan perhitungan HPP dan Harga Jual produk berdasarkan pesanan. Dimana pesanan pada bulan Mei, PD. Balong Indah mendapatkan pesanan 4 set kursi makan. Harga penjualan produk di PD Balong Indah merupakan hasil penjumlahan biaya produksi dengan laba yang diinginkan oleh pihak perusahaan.









DAFTAR PUSTAKA
Firdaus Ahmad Dunia Wasilah, Akuntansi Biaya, Salemba 4, Jakarta; 2009.
Dwi Arijanto,M.M.,Akuntan, Akuntansi Biaya.(buku diktat).
















3 komentar:

  1. Halo,
     Saya adalah Mr.ALEXANDER ROBERT, dari ALEXANDER ROBERT LOAN FIRM, ini adalah pinjaman Asli yang akan mengubah hidup Anda menjadi bisnis yang lebih baik, perusahaan pinjaman pinjaman, Diberikan dan diberi lisensi untuk menawarkan pinjaman kepada individu, perusahaan swasta dan orang-orang yang membutuhkan bantuan keuangan. rendahnya tingkat manfaatnya sebanyak 2%.

    Saya adalah Tuan ALEXANDER ROBERT, akan memberikan penghormatan saya kepada semua pemohon yang sah. Anda tidak akan kecewa dengan saya dalam urusan bisnis ini karena perusahaan akan memastikan pinjaman Anda terserah Anda, itu juga tidak akan berakhir di sana, kami memiliki tim ekspat yang mengerti hukum investasi, mereka akan membantu Anda, memberikan tip yang akan membantu Anda mengelola investasi Anda sehingga Anda menginvestasikan pinjaman Anda, jadi Anda tidak lagi bangkrut dalam hidup Anda dan tawaran menakjubkan ini hadir dengan pinjaman Anda, Hubungi kami hari ini melalui email alexanderrobertloan@gmail.com

    Layanan kami meliputi:

    * Pinjaman pribadi
    * Amankan Pinjaman
    * Pinjaman tidak dipagari
    * Hasil pinjaman
    * Pelatihan pinjaman
    Pinjaman pinjaman
    Pembayaran pinjaman
    * Pinjaman siswa
    * Pinjaman Komersial
    * Pinjaman Otomatis
    * Resolusi Pinjaman
    Pinjaman Pembangunan
    Pinjaman pinjaman
    * Pinjaman Bisnis
    * Pinjaman pendidikan
    * Penunjukan salah

    Silahkan isi formulir permohonan pinjaman di bawah ini dan kembalikan kepada kami untuk melayani kami dengan lebih baik melalui e-mail:
    alexanderrobertloan@gmail.com

    DATA PEMOHON

    1) Nama Lengkap:
    2) Negara:
    3) Alamat:
    4) Negara:
    5) Jenis Kelamin:
    6) Status Perkawinan:
    7) Pekerjaan:
    8) Nomor Telepon:
    9) Posisi saat bekerja:
    10) Pendapatan bulanan:
    11) Jumlah Pinjaman yang Dibutuhkan:
    12) Durasi Pinjaman:
    13) Tujuan Pinjaman:
    14) Agama:
    15) Sudahkah anda melamar sebelum:
    16) Tanggal lahir:
    Terima kasih,
    Mr ALEXANDER ROBERT (alexanderrobertloan@gmail.com)

    BalasHapus



  2. Saya selalu berpikir bahwa semua perusahaan pinjaman online curang sampai saya bertemu dengan perusahaan peminjam yang meminjamkan uang tanpa membayar terlebih dahulu.

    Jika Anda mencari pinjaman, perusahaan ini adalah semua yang Anda butuhkan. setiap perusahaan yang meminta Anda untuk biaya pendaftaran lari dari mereka.

    saya menggunakan waktu ini untuk memperingatkan semua rekan saya INDONESIANS. yang telah terjadi di sekitar mencari pinjaman, Anda hanya harus berhati-hati. satu-satunya tempat dan perusahaan yang dapat menawarkan pinjaman Anda adalah SUZAN INVESTMENT COMPANY. Saya mendapat pinjaman saya dari mereka. Mereka adalah satu-satunya pemberi pinjaman yang sah di internet. Lainnya semua pembohong, saya menghabiskan hampir Rp15 juta di tangan pemberi pinjaman palsu.

    Pembayaran yang fleksibel,
    Suku bunga rendah,
    Layanan berkualitas,
    Komisi Tinggi jika Anda memperkenalkan pelanggan

    Hubungi perusahaan: (Suzaninvestment@gmail.com)

    Email pribadi saya: (Ammisha1213@gmail.com)

    BalasHapus
  3. Saya Devina dari Indonesia di Surabaya, saya mencurahkan waktu saya di sini karena janji yang saya buat kepada Nyonya Elizabeth yang kebetulan menjadi peminjam daring perusahaan pinjaman Elizabeth dan saya berdoa kepada ALLAH agar dia melihat tulisan saya satu hari ini.

     Beberapa bulan yang lalu saya melihat komentar yang diposting oleh seorang wanita bernama Arnah dan bagaimana ia telah scammed meminta pinjaman online dari Dr James Mowat, menurutnya sebelum ALLAH mengarahkannya ke tangan Ny. Elizabeth dan Ny. Elizabeth meminjamkan Rp250.000.000 Rupiahnya tanpa stres dan penundaan, jangan hubungi Dr James Mowat melalui email: jamesmowatloanfirm@gmail.com untuk menghindari menjadi korban penipuan.

    Saya memutuskan untuk menghubungi Arnah untuk mengkonfirmasi apakah itu benar dan untuk membimbing saya bagaimana cara mendapatkan pinjaman dari Ny. Elizabeth, dia mengatakan kepada saya untuk menghubungi Ny. Elizabeth. Saya berkeras bahwa dia harus memberi tahu saya proses dan kriteria yang dia katakan. sangat mudah tentang cara mengajukan pinjaman dari Ny. Elizabeth, yang perlu saya lakukan adalah menghubunginya, mengisi formulir aplikasi, mengembalikannya, mengirim salinan kartu identitas saya yang telah dipindai, kemudian mendaftar ke perusahaan dan setelah itu saya akan mendapatkan pinjaman saya . maka saya bertanya kepadanya bagaimana Anda mendapatkan pinjaman Anda? dia menjawab mengatakan itu semua yang dia lakukan, itu sangat mengejutkan.

     Saya menghubungi Ny. Elizabeth dan saya mengikuti instruksi dengan hati-hati, untungnya bagi saya, saya memenuhi persyaratan mereka dan pinjaman saya disetujui, tetapi sebelum pinjaman dipindahkan ke akun saya, saya diminta membuat janji untuk membagikan kabar baik Ny. Elizabeth dan itu adalah mengapa Anda melihat posting ini hari ini. yang mengejutkan saya, saya menerima peringatan dari 150000000 Rupiah. Jadi saya menyarankan setiap orang yang mencari sumber yang dapat dipercaya untuk mendapatkan pinjaman untuk menghubungi Mrs Elizabeth melalui Email: elizabethchristopherloan@gmail.com untuk pinjaman yang aman, Anda juga dapat menghubungi saya di Email saya : devinairf128@gmail.com atau Anda juga dapat menghubungi Arnah di arnahnana01@gmail.com. Saya percaya satu belokan yang baik layak yang lain.

    BalasHapus